Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia

 on Saturday, 15 March 2014  

a. Kerajaan Kutai
Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Terletak di Muara Kaman di daerah aliran Sungai Mahakam Kutai, Kalimantan Timur. Sumber sejarah kerajaan Kutai adalah 7 buah prasasti berupa yupa, yaitu tugu batu bertulis dari huruf dan tulisan yang dipahatkan pada yupa tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Para ahli sejarah memperkirakan bahwa yupa berasal dari awal abad ke-5 Masehi. Semua yupa tersebut dikeluarkan atas perintah Raja Mulawarman. Prasasti tersebut menceritakan silsilah raja-raja Kutai. Pendiri kerajaan Kutai adalah Kudungga. Diperkirakan nama Kudungga merupakan nama asli penduduk lokal setempat yang
mempunyai pengaruh kuat. Para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Kudungga, pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya. Dengan masuknya pengaruh Hindu, Kudungga mengubah struktur pemerintahan menjadi kerajaan dan menganggap dirinya raja.
Kudungga mempunyai anak bernama Aswawarman, yang diberi gelar Sang Ansuman (Dewa Matahari). Aswawarman mempunyai tiga orang putra, yang terkemuka di antara tiga putra tersebut adalah Mulawarman. Bila dilihat dari namanya, Aswawarman dan Mulawarman berbau (dipengaruhi) Hindu. Mereka dinobatkan menjadi raja-raja Kutai dengan cara Hindu.

b. Kerajaan Tarumanegara
Berdasarkan penemuan dari beberapa prasasti di wilayah sekitar Bogor, Banten, dan DKI Jakarta, terdapat sebuah Kerajaan yang bercorak Hindu, yaitu Kerajaan Tarumanegara. Dengan ibukota Jayashingapura, Kerajaan Tarumanegara diperkirakan muncul sekitar tahun 450 Masehi. Sumber-sumber sejarah tentang keberadaan Tarumanegara berasal dari berita asing dari zaman Dinasti Tang Cina dan beberapa prasasti.

Kronik Dinasti Tang memberi keterangan bahwa terdapat sebuah kerajaan bernama To-lo-mo, terletak di sebelah tenggara Cina. Kerajaan ini beberapa kali mengirim utusan ke Cina. Berita
asing lainnya menyebutkan bahwa seorang pendeta Cina bernama Fa-Hien (414 M) dalam perjalanannya dari India kembali ke Cina, Fa-Hien terdampar di daerah pantai utara Pulau
Jawa bagian barat, telah menjumpai masyarakat yang mendapat pengaruh
agama dan budaya Hindu. Masyarakat itu diperkirakan bagian dari masyarakat kerajaan Tarumanegara

Bukti yang lebih kuat tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara ditemukannya tujuh buah prasasti, dan dua arca Wisnu. Lima prasasti ditemukan di sekitar wilayah Bogor, satu prasasti di
DKI Jakarta dan satu lagi di Banten. Adapun ke tujuh buah prasasti Kerajaan
Tarumanegara adalah sebagai berikut.
1) Prasasti Ciaruteun
2) Prasasti Kebon Kopi
3) Prasasti Jambu
4) Prasasti Pasir Awi
5) Prasasti Muara Cianten
6) Prasati Tugu
Prasati Tugu Terdapat di Cilincing, Jakarta Utara, berbentuk batu bulat panjang, tertulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, tentang penggalian saluran air sepanjang 6112 tumbak,
kurang lebih 11 km yang diberi nama Gomati. Juga disebutkan tentang penggalian Sungai Chandrabaga oleh rakyat atas perintah Mulawarman. Menurut Prof. Purbatjaraka, prasasti Tugu adalah prasasti pertama yang menyebutkan penanggalan.

7) Prasasti Cidanghiang atau Prasasti Lebak Prasasti Cidanghiang terdapat di tepi Sungai Cidanghiang,
Pandeglang, Banten. Prasasti ini ditemukan tahun 1947. Bertuliskan tentang keagungan, keberanian, dan keperwiraan Raja Mulawarman sebagai raja dunia.

3. Kerajaan Sriwijaya
Sumber sejarah mengenai keberadaan Kerajaan Sriwijaya berasal dari berita asing Cina, India, berita pedagang Arab, dan 7 prasasti yang ditemukan di Sumatra bagian selatan dan Pulau Bangka. Menurut sumber berita Cina, berdasarkan keterangan seorang musafir Cina I’Tsing (651-696 M) yang pernah mukim di Sriwijaya selama enam bulan untuk menerjemahkan sejumlah buku agama Buddha dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina. Ia menyebutkan sekitar abad ke-7 Masehi, Sriwijaya merupakan kota berbenteng dikelilingi tembok. Kota itu dihuni kurang lebih seribu orang pendeta Buddha yang mendalami ajaran agama Buddha. Para biksu ini belajar di bawah bimbingan Sakyakitri. Sumber lainnya berasal dari Dinasti Tang, menyebutkan di Sumatra pada abad itu telah ada
beberapa kerajaan di Sumatra, seperti To-long-po-hwang (Tulang Bawang), Mo-lo-yeo (Melayu) di Jambi, dan Che-li-foche, sebutan untuk Kerajaan Sriwijaya. Dari berita pedagang Arab yang melakukan perdagangan di Kerajaan Sriwijaya. Mereka menyebut dengan istilah orang-orang Arab terhadap Kerajaan Sriwijaya seperti Zabaq, Sabay, atau Sribuza.

Kerajaan-kerajaan Hindu dan Buddha di Indonesia 4.5 5 om Saturday, 15 March 2014 a. Kerajaan Kutai Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Terletak di Muara Kaman di daerah aliran Sungai Mahakam Kutai, Kali...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.