jelaskan mengenai peristiwa serangan umum 1 maret 1949?

 on Monday, 8 September 2014  

Serangan Umum1Maret 1949
Agresi Militer Belanda sempat membuat kesatuan TNI dan kekuatan bersenjata lainnya terpencar-pencar dan tidak terkoordinasi dengan baik. Namun melalui jaringan komunikasi yang ada, para pejuang akhirnya dapat kembalimelakukan koordinasi dan komunikasi. Komunikasi yang terjalin tidak hanya sebatas antara pejuang di Jawa atau di Sumatera saja, namun juga antara Jawa-Sumatera atau sebaliknya. Adapun contoh-contohnya adalah sebagai berikut :

a. Pada tanggal 29 Januari 1949KolonelT.B. Simatupang di Jawa Tengah mengirim telegram
    kepada Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) Syafruddin Prawiranegara
    di Sumatera Barat.

b. Pada tanggal 12 Februari 1949 KolonelA.H. Nasution selaku Panglima Komando Jawa,
   melalui telegram berhasil melaporkan tentang koordinasi antara sipil danmiliter dalam
   Komisariat Pemerintah Pusat di Jawa (KPPD).

c. Pada tanggal 17 Februari 1949, Menteri Kemakmuran I.J. Kasimo mengirim telegram ke Sumatera berisi laporan tentang perkembangan pemerintahan di Jawa sejak dikuasainya Yogyakarta oleh Belanda. Bersamaan dengan upaya konsolidasi nasional di bawah PDRI, TNI sendiri juga menyusun suatu strategi guna melakukan serangan balik terhadap posisi militer Belanda, sesuai dengan Surat Perintah Siasat No.1. TNI terus bergerilya sehingga Belanda terpaksa memperbanyak pos-pos penjagaan dan pengawasan sepanjang jalan besar yang menghubungkan kota-kota yang telah didudukinya.

Strategi TNI ini menjadikan Belanda hanya mampu menguasai daerah pendudukannya pada siang hari saja. Dalamkondisi seperti ini kemudianmuncul ide untuk melakukan serangan umumterhadap posisi Belanda di kotaYogyakarta. Sesuai dengan Surat Perintah Siasat No. 1, setiap komandan TNI diberi kebebasan untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan serangan, termasuk serangan umum sekaligus bertanggung jawab dalampembentukan daerah-daerah pertahanan yang disebut Wehrkreise. Serangan umum ditetapkan pada tanggal 1 Maret 1949 di bawah pimpinan Letkol. Soeharto. Ia adalah Komandan Brigade 10 dan Komandan Gerilya di daerah Wehrkreise III Yogyakarta.

Tindakan yang diambil Letkol Soeharto sebelummemimpin SeranganUmum
adalah sebagai berikut :
a. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Sri SultanHamengkubuwono IX.
b. Memerintahkan beberapa kesatuannya untuk menyusup ke kota Yogyakarta.
Untuk mempermudah koordinasi penyerangan, maka wilayah serangan dibagi menjadi lima sektor sebagai berikut :
a. sektor barat dipimpin Letkol. Ventje Sumual,
b. sektor selatan dan timur dipimpin oleh Mayor Sarjono,
c. sektor utara dipimpin Mayor Kusno
d. sektor kota dipimpin oleh Kapten Amir Murtono dan Letnan Marsudi. Belanda yang tidak menduga akan mendapat serangan tidak sempat melakukan koordinasi untuk menahan serangan. Dalam waktu yang singkat TNI berhasil memukul semua posisi pasukan Belanda. Serangan Umum ini akhirnya berhasil menduduki Yogyakarta selama enam jam. Pada tanggal 2 Maret 1949 (keesokan harinya) peristiwa Serangan Umum 1Maret dilaporkan oleh R. Sumardi ke pemerintah PDRI di Bukittinggimelalui radiogram. Berita ini kemudian disampaikan pula kepada Maramis, diplomat RI di New Delhi India dan L.N. Palar diplomat RI di New York, AS.

Keberhasilan TNI menduduki Yogyakarta selama enam jam membawa dampak positif sebagai berikut:
a. Meningkatkan semangat para pejuang RI dan di sisi lainmenurunkanmental Belanda.
b. Dijadikan dasar para diplomat RI dan negara-negara yang bersimpati untuk
     membawa permasalahan Indonesia ke forum PBB.
c. Mempengaruhi sikap para pemimpin negara federal (BFO) yang semula mendukung
    setiap tindakan Belanda menjadi berbalik bersimpati terhadap RI.
    Menunjukkan kepada dunia bahwa pasukan TNImasihmemiliki kekuatan.
e. Membuka mata dan menyadarkan dunia bahwa sebenarnya negara RI
ada dan belum dikuasai Belanda. Keberhasilan SeranganUmum1 Maret 1949 mendatangkan dampak yang lebih jauh lagi. Peristiwa inimenjadi pendorong berubahnya sikapAS terhadap Belanda. Pemerintah AS yang semula sangat mendukung tindakan Belanda, berbalik menekannya agar melakukan perundingan dengan pihak RI. Oleh karena desakan itu, serta kedudukannya yang makin terdesak oleh gerilyawan Republik, maka Belanda akhirnya bersedia berunding dengan RI.
jelaskan mengenai peristiwa serangan umum 1 maret 1949? 4.5 5 om Monday, 8 September 2014 Serangan Umum1Maret 1949 Agresi Militer Belanda sempat membuat kesatuan TNI dan kekuatan bersenjata lainnya terpencar-pencar dan tidak terko...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.