jelaskan negara fasis Naziisme Jerman di bawah Adolf Hitler dan Militerisme Jepang di bawah Kaisar Hirohito?

 on Wednesday, 24 September 2014  

Naziisme Jerman di bawah Adolf Hitler
Paham NAZI Jerman didasarkan pada buku karya Hitler yang berjudul Mein Kampf (Perjuangan Saya). Buku karya Hitler tersebut memuat ajaran-ajaran sebagai berikut
1) Nasionalisme yang bersumber pada kebangsaan.
2) Kepentingan umum berada di atas kepentingan pribadi dan kepentingan negara berada
    di atas segala-galanya.
3) Bangsa Jerman merupakan bangsa terhormat, tertinggi derajatnya dan harus memerintah semua bangsa. Pada tahun 1919 Adolf Hitler mendirikan Partai Buruh Jerman (Deutsche Arbeiter Partij) yang kemudian berubahmenjadi National Sozialische Deutsche Arbeiter Partij (NSDAP) atau yang lebih dikenal sebagai Partai NAZI. Paham NAZI juga mendudukkan kepentingan negara di atas segalanya (fasis). NAZI juga membanggakan ras Nordic sebagai ras yang paling unggul. Dalam buku Mein Kampf juga disebutkan, bahwa Hitler bermaksud menghancurkan republik, melenyapkan demokrasi, dan menyapu bersih serikat-serikat kerja komunis denganmenempatkan diri sebagai fuhrer (diktator tertinggi di Jerman). Sebab-sebab lahirnya NAZI Jerman adalah sebagai berikut :
♦ Kenangan kejayaan masa lalu.
♦ Kesulitan ekonomi yang melanda Jerman.
♦ Sistem pemerintahan yang dianggap lemah.

Untuk melebarkan kekuasaannya sebagai fuhrer, Hitler segera melaksanakan politik ekspansi (perluasan nwilayah) sebagai berikut :
1) Pada tahun 1934, ia mengirimkan pasukannya keAustria dan berhasil membunuh Raja
    Austria. Akan tetapi, usaha untuk menguasai Austria menemui kegagalan karenaAustria
    mendapat bantuanMussolini dari Italia.
2) Pada tahun 1936, ia mengirim tentara ke Spanyol dan berhasil menduduki Lembah Rhein.
3) Pada tahun 1938, ia berhasil menaklukkan Austria setelah mengadakan perjanjian damai
    dengan Mussolini.
4) Pada tahun 1938, ia berhasilmenduduki Cekoslowakia.

c. Militerisme Jepang di bawah Kaisar Hirohito
Fasisme Jepang bercorakmiliter. Fasismemiliter itu dikembangkan Jepang setelah tampilnya JenderalHideki Tojo sebagai perdanamenteri. Jenderal Hideki Tojo menjalankan pemerintahan diktator militer. Di bawah pemerintahan Jenderal Hideki Tojo, Jepang menjadi sangat ekspansif dan tampil sebagai negara imperialis.

Setelah Perang Dunia I berakhir, negara-negara pemenang perang seperti Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat, menguasai sebagian besar wilayah jajahan. Wilayah jajahan mereka meliputi di Asia dan Afrika. Jepang akhirnya memutuskan untukmerebut wilayah-wilayah diAsia yang telah dikuasai Sekutu tersebut. Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Jepang harus memiliki militer yang kuat dan tangguh. Pembangunan militer secara besar-besaran pun segera dilakukan. Setiap pemuda dikenai wajib militer untuk kepentingan negara. Setelah merasa memiliki kekuatan militer yang tangguh, Jepang segera melaksanakan niatnya. Wilayah-wilayah yang menjadi korban imperialisme Jepang, yaitu Manchuria (1935), Cina (1937), dan Asia Tenggara (1942). Untuk melancarkan politik ekspansinya, Jepang menempuh upaya sebagai berikut:
1) Mempropagandakan Jepang pembebas bangsa-bangsa Asia dari cengkeraman bangsa Barat.
2) Melakukan modernisasi angkatan perang dengan mengagungkan
    semangat Bushido (berkorban demi negara).
3) Mempropagandakan ajaran Hakko Ichiu (dunia sebagai satu keluarga)
    dengan Jepang sebagai pemimpinnya.

jelaskan negara fasis Naziisme Jerman di bawah Adolf Hitler dan Militerisme Jepang di bawah Kaisar Hirohito? 4.5 5 om Wednesday, 24 September 2014 Naziisme Jerman di bawah Adolf Hitler Paham NAZI Jerman didasarkan pada buku karya Hitler yang berjudul Mein Kampf (Perjuangan Saya). Buku k...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.