Jelaskan mengenai sejarah Partai Nasional Indonesia dan Partai Indonesia (Partindo)?

 on Thursday, 18 September 2014  

Partai Nasional Indonesia
Keadaan sosial politik yang semakin sulit membuat beberapa organi sasi berusaha untuk menyesuaikan diri dengan orientasi baru. Seperti penyimpangan yang dilakukan PKI pada tahun 1926, mengakibatkan tumbuhnya semangat untuk menyusun kekuatan baru, terutama golongan nasionalis. Pada awal tahun 1927 berdiri sebuah per kumpulan yang bernama Partai Nasional Indone sia (PNI) yang didirikan oleh Ir. Soekarno. Meski arahannya pada situasi politik, namun beberapa pengikutnya seperti Mohammad Hatta tetap me nekankan pada aspek pendidikan. Pada 4 Juli 1927, kelompok nasionalis mengadakan perkumpulan di Bandung yang bertujuan untuk mendukung berdirinya PNI. Adapun tujuan dari PNI yang sebenarnya adalah ingin mencapai Indonesia merdeka.

Di bawah pimpinan Bung Karno (sebutan untuk Ir. Soekarno), kemajuan PNI semakin bertambah pesat. Namun sayang, keberadaannya tetap tidak disetujui oleh pemerintahBelanda, sehingga tersiar kabar bahwa PNI sebagai provokator yang akan melakukan pemberontakan pada tahun 1930. Akhirnya, pemimpin-pemimpin PNI termasuk Bung Karno ditangkap oleh Belanda pada 24 Desember 1929, kemudian perkaranya diserahkan ke pengadilan. Saat jalannya sidang, semua warga memiliki pencurahan perhatiannya kepada Bung Karno. Bahkan beberapa surat kabar pun menghimpun pembicaraan Bung Karno saat di pengadilan. Meski Bung Karno mendapatkan pembelaan, namun keputusan menjatuhkan hukuman terhadap Bung Karno selama 4 tahun. Hukuman tersebut diartikan oleh seluruh pengikut nasionalis bahwa siapa yang bertindak seperti Bung Karno takut dikategorikan sebagai kejahatan politik, maka demi keselamatan pada tahun 1931 pengurus-pengurus PNI secara berangsur membubarkan diri.

Partai Indonesia (Partindo)
Karena PNI telah dinyatakan sebagai partai terlarang, maka tokoh-tokoh nasionalis membentuk panitia untuk mendirikan partai baru. Di bawah pimpinan Sartono, pada 1 Mei 1931 diumumkanlah berdirinya perkumpulan baru yang dinamakan dengan Partai Indonesia. Partai ini masih merupakan kelanjutan dari PNI, agar diharapkan para anggota PNI yang telah bubar masuk menjadi anggota Partindo. Tujuan Partindo adalah untuk mncapai kemerdekaan Indonesia. Meski Bung Karno belum menjadi anggota Partindo, namun ia pernah melakukan pidato dalam kongres Partindo di Jakarta pada 15-17 Mei 1932. Setelah Bung Karno menjadi anggota, jabatannya sebagai ketua cabang Partindo di Bandung dan ternyata berpengaruh besar terhadap jumlah anggota Partindo yang terus meningkat. Dan akibatnya kembali terjadi pengawasan pemerintah Belanda yang sangat ketat. Sampai berpuncak pada penangkapan Bung Karno untuk kedua kalinya dan kemudian dibuang ke Ende pada 1 Agustus 1933. Sejak saat itu, kembali pergerakan partai politik dipersempit, dan larangan pun mulai datang dari pemerintah. Akhirnya, Partindo membubarkan diri pada 18 November 1936.


Jelaskan mengenai sejarah Partai Nasional Indonesia dan Partai Indonesia (Partindo)? 4.5 5 om Thursday, 18 September 2014 Partai Nasional Indonesia Keadaan sosial politik yang semakin sulit membuat beberapa organi sasi berusaha untuk menyesuaikan diri dengan ori...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.