jelaskan sejarah Operasi untuk Merebut Irian Barat?

 on Sunday, 14 September 2014  

Operasi untuk Merebut Irian Barat
Dilaksanakannya operasi-operasi untuk merebut Irian Barat didasarkan atas Instruksi Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat No.
1, kepada Panglima Mandala dengan tugasnya sebagai berikut :
a. merencanakan, mempersiapkan, danmenyelenggarakan operasi-operasi militer dengan
    tujuan untukmengembalikanwilayah provinsi Irian Barat ke dalam kekuasaan negara RI.
b. Mengembangkan situasi militer di tengah wilayah provinsi Irian Barat. Dalam
    rangka melaksanakan instruksi tersebut panglimaMandalamenyusun rencana melalui tiga
    tahap sebagai berikut :
a. Tahap Infiltrasi (sampai Akhir Tahun 1962)
Dilakukan dengan cara memasukkan 10 kompi TNI ke sekitar sasaran tertentu untuk menciptakan daerah bebas de facto. Dalam hal ini perjuangan melibatkan peran serta rakyat Irian Barat. Operasi yang menyusupkan pasukan ABRI dan sukarelawan, antara lain sebagai berikut:
1) Operasi Banteng di Fak-Fak dan Kaimana.
2) Operasi Srigala di Sorong dan Teminabuan.
3) Operasi Naga di Merauke.
4) Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana, dan Merauke. Operasi-operasi tersebut dilakukan
     pada bulanMaret sampaiAgustus 1962.

b. Tahap Ekploitasi (Mulai Awal Tahun 1963)
Mengadakan serangan terbuka terhadap induk militer lawan, menduduki semua pos pertahanan musuh yang penting. Dalam hal ini akan di lakukan operasi militer yang disebut Operasi Jayawijaya.

c. Tahap Konsolidasi (Mulai Awal Tahun 1964)
Pada tahap konsolidasi ini komandoMandala berusaha menegakkan kekuasaan RI secara mutlak di seluruh Irian Barat. Sampai pada triwulan ketiga tahun 1962 penyelesaian tugas tersebut harus dipercepat enam bulan dengan membatalkan tahap ekploitasi, karena pada tanggal 18 Agustus 1962 telah dikeluarkan Perintah Penghentian tembak-menembak oleh presiden/ Panglima Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat. Perintah presiden tersebut dikeluarkan setelah adanya persetujuan antara pemerintah RI dengan kerajaan Belanda mengenai masalah Irian di markas besar PBB New York, yang ditandatangani pada tanggal 15 Agustus 1962. Berhasilnya Tri Kora itu berkat penggabungan antaramiliter dan diplomasi. Diplomasi tanpa dukungan kekuatan militer akan sia-sia seperti yang telah di alami sebelumTri kora.

4. PersetujuanNewYork
Kesungguhan yang dilakukan oleh Indonesia dalam perjuangan mengembalikan Irian Baratmengundang simpati diplomatAmerika Serikat, yaitu Ellsworth Bunker. Ia mengajukan usul yang kemudian terkenal dengan nama Rencana Bunker pada bulan Maret 1962. Isi Rencana Bunker, antara lain sebagai berikut :
a. Pemerintahan Irian Barat harus diserahkan kepada RI melalui badan PBB yang disebut United Nations Temporary Excecutive Authority (UNTEA).

b. Adanya Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) di Irian Barat. Sebagai tindak lanjut Rencana Bunker, pada tanggal 15 Agustus 1962 di New York diadakan perjanjian antara Indonesia dan Belanda yang disebut Perjanjian New York. Penandatanganan Perjanjian New York dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Subandriomewakili RI denganVan Royen dan Schurmann yang mewakili Belanda. Sedangkan Sekjen PBB U Thant dan Bunker menyaksikan penandatanganan tersebut. Isi perjanjian New York adalah sebagai berikut :
a. Setelah pengesahan persetujuan antara Indonesia dan Belanda, paling lambat 1 Oktober
    1962 UNTEAakan berada di Irian Barat, dan bendera Belanda diganti bendera PBB.
b. Pasukan-pasukan Indonesia yang sudah berada di Irian Barat tetap tinggal di Irian Barat,
    tetapi berstatus di bawah kekuasaan pemerintah sementara PBB.
c. Angkatan perang Belanda secara berangsur-angsur dikembalikan, bagi yang belum pulang
    di tempatkan di bawah pengawasan PBB dan tidak boleh dipakai untuk operasi-operasimiliter.
d. Antara Irian Barat dan daerah Indonesia lainya berlaku lalu lintas bebas.
e. Pada tanggal 31 Desember 1962 bendera Indonesia mulai berkibar di samping bendera PBB.

f. Pemulangan anggota-anggota sipil dan militer Belanda harus sudah selesai pada tanggal 1 Mei 1963, dan selambat-lambatnya pada hari itu juga Pemerintah RI secara resmi menerima pemerintahan di Irian Barat dari Pemerintahan sementara (UNTEA) Selanjutnya untuk menjamin keamanan di wilayah Irian Barat, dibentuk pasukan keamanan PBB yang dinamakan United Nations Security Forces (UNSF) di bawah Pimpinan Brigjen Said Uddin Khan dari Pakistan. Pemerintah Sementara PBB berada di bawah pimpinan Jalal Abdoh dari Iran. Hal ini memperlancar kegiatan pemerintahan, sehingga tepat 1 Mei 1963 UNTEA menyerahkan Irian Barat kepada RI. Sebagai gubernur Irian Barat yang pertama di angkat putra Irian Barat asli, yaitu E. J. Bonay. Bersamaan dengan kembalinya Irian Barat secara resmi ke pangkuan Republik Indonesia, maka pada tanggal 1 Mei 1963 Komando Mandala di bubarkan oleh Presiden Soekarno. Operasi terakhir yang dilaksanakan oleh KomandoMandala adalah operasiWisnumurti yang bertugas dalampengamanan penyerahan kekuasaan pemerintahan di Irian Barat dari UNTEA kepada Pemerintah RI.

Usaha-usaha yang dilakukan oleh Pemerintah RI untuk memajukan
kesejahteraan rakyat Irian Barat, antara lain :
a. Dalambidang pendidikan, dengan mengirim guru-guru.
b. Dalambidang sosial, mengakhiri cara hidup yang terlalu sederhana atau primitif
    dengan menyelenggarakan operasi Busana.
c. Mendirikan IKIP/Universitas Cendrawasih.
d. Membangun industri dan pertambangan, yaitu Pertamina dan

Pertambangan Tembaga.
Usaha-usaha tersebut ternyata memberikan nilai lebih tersendiri bagi masyarakat Irian Barat, sehingga dalampenyelenggaraan Pepera menghasilkan pendapat rakyat Irian Barat tetap bersatu dengan Republik Indonesia.

jelaskan sejarah Operasi untuk Merebut Irian Barat? 4.5 5 om Sunday, 14 September 2014 Operasi untuk Merebut Irian Barat Dilaksanakannya operasi-operasi untuk merebut Irian Barat didasarkan atas Instruksi Panglima Besar Komando...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.