Setelah naskah Proklamasi selesai dirumuskan, timbul masalah yaitu cara menyebarluaskan informasi supaya diketahui oleh penduduk Jakarta dan seluruh penduduk Indonesia pada umumnya. Tetapi Sukarni dari golongan muda sudah menyiapkan Lapangan Ikada sebagai tempat berkumpulnya penduduk Jakarta untuk mendengarkan pembacaan naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun, Ir. Soekarno memperkirakan bahwa tempat itu dapat menimbulkan bahaya dan diduga bisa terjadi bentrokan antara rakyat dengan petugas militer pemerintah Jepang. Akhirnya, hadirin menyepakati untuk pembacaan naskah Proklamasi secara luas dan dapat didengar oleh orang banyak yaitu di sebuah lapangan di depan kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 54 Jakarta, tempat ini sekarang menjadi Jalan Proklamasi, dan Gedung Perintis Kemerdekaan.
Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia adalah se bagai pernyataan pembebasan diri bangsa Indonesia dari segala bentuk ikatan penjajahan, dan proklamasi ini ber makna untuk mengantarkan kehidupan rakyat Indonesia dalam dunia yang terlepas dari berbagai bentuk tindakan kolonial. Seperti yang sudah direncanakan, bahwa kegiatan berupa upacara pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diselenggarakan pada 17 Agustus 1945 pada hari Jumat dan bulan Ramadan dalam tahun Hijriyah, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam. Pembacaan naskah Proklamasi dilakukan di depan kediaman Ir. Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur 54 Jakarta pada pukul 10.30 (waktu jam Jepang) atau 10.00 WIB. Sebelumnya, Ir. Sukarno berpesan kepada B.M. Diah yang bekerja di bidang pers untuk menyiarkannya secara luas. Setelah selesai perundingan, beberapa kelompok pemuda tidak langsung pulang tetapi mengadakan rapat rahasia di Jalan Bogor lama, rapat itu dipimpin oleh Sukarni dengan bahasan utama adalah bagaimana caranya agar pelaksanaan pembacaan teks Proklamasi di percepat dan cara penyebarluasannya. Untuk mengatur itu, alat yang lebih banyak digunakan seperti radio, surat kabar, dan edaran-edaran.
Dengan kondisi yang sangat sederhana tibalah pada saatnya upacara pembacaan teks Proklamasi di laksanakan di depan kediaman Ir. Soekarno yang telah dipadati oleh penduduk Jakarta untuk menyaksikan acara tersebut. Kemudian tanpa adanya pengatur acara atau protokoler, naskah Proklamasi dengan khidmatnya dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan mengunakan pengeras suara seadanya yang telah dipersiapkan. Setelah pem bacaan naskah tersebut upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diakui sebagai bendera Indonesia. Bendera itu dijahit tangan oleh Fatmawati (istri dari Ir. Soekarno) yang dinaikkan secara perlahan. Tanpa ada yang memimpin, bersamaan dengan pengibaran bendera itu dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya.
Setelah selesai menaikkan bendera Merah Putih, acara dilanjut kan dengan sambutan wali kota Muwirdjo dan dr. Muwardi. Peristiwa yang mengharukan itu hanya ber langsung sebentar saja kurang lebih satu jam dan setelah itu hadirin dan para penduduk yang menyaksikan acara itu langsung meninggalkan tempat. Tetapi beritanya mulai disebarluaskan ke seluruh wilayah Jakarta. Pada saat itu, berita mengenai kemerdekaan Indonesia sampai kepada Kepala bagian radio kantor berita Domei (kantor berita pada saat penjajahan Jepang) Waidan B.
No comments:
Post a Comment