Jelaskan SejarahPerumusan Teks Proklamasi Dijakarta dan Peristiwa Pengumuman Kemerdekaan?

 on Sunday, 21 September 2014  

Setelah tiba di Jakarta, rombongan yang menjemput Ir. Soekarno langsung menuju rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda yaitu di Jalan Imam Bonjol 1 (gedung ini sekarang dijadikan sebagai perpustakaan nasional). Di rumah inilah naskah Proklamasi disusun. Alasannya, karena tempat itu dianggap paling aman dari ancaman pemerintah Jepang dan militernya. Oleh ketiga tokoh bangsa Indonesia yaitu Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo naskah Proklamasi dirumuskan, sementara tokoh golongan muda yaitu Sukarni, Sudiro dan B. M. Diah hanya menyaksikan saja. Sebagian besar naskah Proklamasi dipikirkan oleh Ir. Soekarno, sementara Moh. Hatta dan Ahmad Subardjo hanya memberikan saran dan pikirannya saja secara lisan, dan sebagai hasil pembicaraan ketiganya dibuat dengan tulisan tangan Ir. Soekarno dalam secarik kertas. Saat mendekati waktu subuh (dini hari 17 Agustus 1945) diadakan lagi pertemuan untuk membicara kan rumusan konsep naskah Proklamasi supaya ditandatangani oleh wakil-wakil bangsa Indonesia. Namun, saran itu ditentang oleh Sukarni dari golongan muda. Dia mengusulkan agar yang menandatangani naskah Proklamasi itu hanyalah Bung Karno dan Bung Hatta saja atas nama bangsa Indonesia, kemudian usul itu disetujui oleh hadirin. Selanjutnya, naskah Proklamasi itu diketik oleh Sayuti Melik berdasarkan tulisan tangan Ir. Soekarno setelah naskahnya diperbaiki.

Setelah naskah Proklamasi selesai dirumuskan, timbul masalah yaitu cara menyebarluaskan informasi supaya diketahui oleh penduduk Jakarta dan seluruh penduduk Indonesia pada umumnya. Tetapi Sukarni dari golongan muda sudah menyiapkan Lapangan Ikada sebagai tempat berkumpulnya penduduk Jakarta untuk mendengarkan pembacaan naskah Proklamasi kemerdekaan Indonesia. Namun, Ir. Soekarno memperkirakan bahwa tempat itu dapat menimbulkan bahaya dan diduga bisa terjadi bentrokan antara rakyat dengan petugas militer pemerintah Jepang. Akhirnya, hadirin menyepakati untuk pembacaan naskah Proklamasi secara luas dan dapat didengar oleh orang banyak yaitu di sebuah lapangan di depan kediaman Ir. Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 54 Jakarta, tempat ini sekarang menjadi Jalan Proklamasi, dan Gedung Perintis Kemerdekaan.

Makna proklamasi bagi bangsa Indonesia adalah se bagai pernyataan pembebasan diri bangsa Indonesia dari segala bentuk ikatan penjajahan, dan proklamasi ini ber makna untuk mengantarkan kehidupan rakyat Indonesia dalam dunia yang terlepas dari berbagai bentuk tindakan kolonial. Seperti yang sudah direncanakan, bahwa kegiatan berupa upacara pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diselenggarakan pada 17 Agustus 1945 pada hari Jumat dan bulan Ramadan dalam tahun Hijriyah, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa bagi umat Islam. Pembacaan naskah Proklamasi dilakukan di depan kediaman Ir. Soekarno, yaitu di Jalan Pegangsaan Timur 54 Jakarta pada pukul 10.30 (waktu jam Jepang) atau 10.00 WIB. Sebelumnya, Ir. Sukarno berpesan kepada B.M. Diah yang bekerja di bidang pers untuk menyiarkannya secara luas. Setelah selesai perundingan, beberapa kelompok pemuda tidak langsung pulang tetapi mengadakan rapat rahasia di Jalan Bogor lama, rapat itu dipimpin oleh Sukarni dengan bahasan utama adalah bagaimana caranya agar pelaksanaan pembacaan teks Proklamasi di percepat dan cara penyebarluasannya. Untuk mengatur itu, alat yang lebih banyak digunakan seperti radio, surat kabar, dan edaran-edaran.

Dengan kondisi yang sangat sederhana tibalah pada saatnya upacara pembacaan teks Proklamasi di laksanakan di depan kediaman Ir. Soekarno yang telah dipadati oleh penduduk Jakarta untuk menyaksikan acara tersebut. Kemudian tanpa adanya pengatur acara atau protokoler, naskah Proklamasi dengan khidmatnya dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan mengunakan pengeras suara seadanya yang telah dipersiapkan. Setelah pem bacaan naskah tersebut upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diakui sebagai bendera Indonesia. Bendera itu dijahit tangan oleh Fatmawati (istri dari Ir. Soekarno) yang dinaikkan secara perlahan. Tanpa ada yang memimpin, bersamaan dengan pengibaran bendera itu dinyanyikanlah lagu Indonesia Raya.

Setelah selesai menaikkan bendera Merah Putih, acara dilanjut kan dengan sambutan wali kota Muwirdjo dan dr. Muwardi. Peristiwa yang mengharukan itu hanya ber langsung sebentar saja kurang lebih satu jam dan setelah itu hadirin dan para penduduk yang menyaksikan acara itu langsung meninggalkan tempat. Tetapi beritanya mulai disebarluaskan ke seluruh wilayah Jakarta. Pada saat itu, berita mengenai kemerdekaan Indonesia sampai kepada Kepala bagian radio kantor berita Domei (kantor berita pada saat penjajahan Jepang) Waidan B.
Jelaskan SejarahPerumusan Teks Proklamasi Dijakarta dan Peristiwa Pengumuman Kemerdekaan? 4.5 5 om Sunday, 21 September 2014 Setelah tiba di Jakarta, rombongan yang menjemput Ir. Soekarno langsung menuju rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda yaitu di Jalan Imam Bo...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.