Jelaskan Pengaruh Kebijakan Jepang terhadap PergerakanNasional dan Perlawanan Bersenjata terhadap Jepang?

 on Sunday, 5 October 2014  

Pengaruh Kebijakan Jepang terhadap PergerakanNasional
Berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda dengan diganti pemerintahanmiliter (pendudukan) Jepang sangat berpengaruh terhadap pergerakan nasional Indonesia. Bahkan pengaruh yang ditimbulkannya sangat besar. Salah satukebijakan pemerintah balatentara Jepang yang sangat berpengaruh terhadappergerakan nasional adalah diberlakukannya Undang-Undang Balatentara No.2 tanggal 8 Maret 1942. UU tersebut berisi larangan terhadap orangorang Indonesia untuk berserikat dan berkumpul. Dengan demikian, seluruh organisasi pergerakan pun dibubarkan dan dilarang. Segenap pelanggaran terhadap undang-undang tersebut akan diambil tindakan oleh dinas polisi rahasia Jepang (Kempetai) dengan hukuman siksaan yang kejam. Sebagai gantinya,Jepangmembentuk organisasiGerakan 3Adan Pusat Tenaga Rakyat (Putera).Untuk menghadapi kekejaman Jepang sebagian dari mereka memilih bersikap kooperatif, denganmasuk dalamorganisasi bentukan Jepang. Tokohtokoh yang menempuh strategi ini misalnya Ir. Soekarno, Moh. Hatta, dan K.H.MasMansyur. Sebagian yang lain, seolah-olah bersikap kooperatif namun melakukan gerakan bawah tanah untuk melawan Jepang. Mereka yang menempuh strategi ini , antara lain, Sutan Syahrir dan Sukarni.

Kebijakan Jepang, di satu sisi memang sangat merugikan pergerakan nasional. Akan tetapi di sisi lain, nasionalisme rakyat Indonesia sesungguhnya makin tebal pada masa pendudukan Jepang ini. Mengapa demikian? Untuk meraih simpati bangsa Indonesia, Jepang mengizinkan Lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Bahkan, bendera Merah Putih juga boleh dikibarkan. Berbagai jenis pendidikan semimiliter yang diadakan Jepang juga sangatmendorongmakin kuatnya nasionalisme Indonesia.

1. Perlawanan Bersenjata terhadap Jepang
Berbagai bentuk perlawanan bersenjata terhadap tentara pendudukan Jepang adalah sebagai berikut :
a. Perlawanan rakyat Biak di Irian Barat pada tahun 1943.
b. Perlawanan di daerah Aceh seperti di Cot Plieng pada tahun 1942, yang baru mereda pada
    tahun 1944.
c. Perlawanan rakyat di Pontianak pada tahun 1944 yangmenimbulkan korban pembunuhan
    besar-besaran.
d. Perlawanan Singaparna di Tasikmalaya pada bulan Februari 1944 yang dipimpin oleh K.H.
   Zaenal Mustofa.
e. Perlawanan Indramayu pada bulanApril 1944.
f. Perlawanan yang dilancarkan oleh prajurit PETA, antara lain:

♦ Perlawanan PETAdi Blitar yang di pimpin oleh Supriyadi, pada tanggal 14 Februari 1945.
♦ Perlawanan PETAdi Gumilir, Cilacap dipimpin Khusaeri.
♦ Perlawanan pasukan Giyugun (semacam prajurit PETA) diAceh yang dipimpin oleh Teuku Hamid.
Di antara perlawanan-perlawanan melawan tentara pendudukan Jepang tersebut yang paling besar adalah perlawanan Peta di Blitar. Walaupun perlawanan-perlawanan tersebut pada akhirnya dapat dipatahkan oleh Jepang namun perlawanan-perlawanan tersebut menyebabkan lemahnya pertahanantentara Jepang pada saat menghadapi serangan besar-besaran dari tentara Sekutu.
Jelaskan Pengaruh Kebijakan Jepang terhadap PergerakanNasional dan Perlawanan Bersenjata terhadap Jepang? 4.5 5 om Sunday, 5 October 2014 Pengaruh Kebijakan Jepang terhadap PergerakanNasional Berakhirnya pemerintahan Hindia Belanda dengan diganti pemerintahanmiliter (pendudukan...


No comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.