Kabinet Wilopo dari PNI memerintah sejak 3 April 1952 hingga 3 Juni
1953. Program-programKabinetWilopo, antara lain :
♦ Mempersiapkan pemilihan umum
♦ Meningkatkan kemakmuran rakyat
♦ Meningkatkan keamanan
♦ Menyelesaikan masalah Irian Barat
♦ Melaksanakan politik luar negeri bebas aktif.
Akan tetapi sebelum menjalankan semua programnya, pada tanggal 3 Juni 1953 Kabinet Wilopo jatuh. Adapun penyebabnya adalah sebagai berikut:
♦ Terjadi Peristiwa 17 Oktober 1952 yang merupakan bentuk pertentangan antara angkatan
perang dengan parlemen.
♦ Terjadinya Peristiwa Tanjung Morawa (Sumatera Utara).
Peristiwa
ini berhubungan denganmasalah pembagian tanah yangmenimbulkan rasa tidak puas terhadap pemerintah pusat. Rasa tidak puas itu menimbulkan bentrokan antara aparat keamanan dengan petani yang diusir dari tempat tinggalnya berupa bekas perkebunan pada zaman Belanda. Dalam bentrokan ini beberapa petani tewas sehingga bermunculan kecaman keras dari pers dan parlemen.
2. Kabinet Ali Sastroamijoyo I
KabinetAli mulai memerintah pada tanggal 31 Juli 1953. KabinetAli dari PNI didukung oleh Nahdlatul Ulama (NU), sedang Masyumi sebagai oposisi. Program-program Kabinet Ali Sastroamijoyo adalah sebagai berikut:
♦ Menyelesaikan masalah Irian Barat
♦ Meningkatkan keamanan dalam negeri terutama menghadapi gerakan DI/TII.
♦ Mempersiapkan dan membentuk panitia pemilu
♦ Menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika
Di antara program-program tersebut ada yang berhasil dilaksanakan dengan sukses adalah penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika I di Bandung. Akan tetapi, terjadinya perselisihan pendapat dengan TNI AD tentang pencalonan dan pengangkatan KSAD. Di samping itu mundurnya NU dari Kabinet Ali sangat melemahkan kabinet ini. Oleh karena itu, pada tanggal 24 Juli 1955Ali Sastroamijoyomenyerahkanmandatnya kembali kepada presiden sehingga berakhirlah kabinet Ali.
3. Kabinet BurhanuddinHarahap
Kabinet Burhanuddin Harahap terbentuk setelah gagalnya formatur pembentuk kabinet yang terdiri atas Dr. Sukiman,Wilopo danMr.Asaat. Karena kegagalan ini wakil Presiden Moh. Hatta menunjuk Burhanuddin Harahap (dari Masyumi) untuk membentuk Kabinet dan terbentuklah Kabinet BurhanuddinHarahap. Kabinet BurhanuddinHarahap dariMasyumi, berkuasa sejak tanggal 12 Agustus 1955 hingga 3 Maret 1956. Adakah prestasimenonjol dari Kabinet BurhanuddinHarahap? Pada masa pemerintahannya pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan sukses. Namun, setelah pemilu selesai ternyata Kabinet Burhanuddin tidak banyak mendapat dukungan. Ketidaksediaan presiden menandatangani UU Pembubaran Uni Indonesia-Belanda membuat Kabinet Burhanuddin Harahap jatuh. Pada tanggal 3Maret 1956 Burhanuddinmenyerahkan kembalimandatnya kepada Presiden.
4.KabinetAli Sastroamijoyo II
Setelah menerima kembali mandat dari Kabinet Burhanuddin Harahap, Presiden Soekarno menunjuk Ali Sastroamijoyo sebagai formatur untuk membentuk kabinet baru. Ia akhirnya berhasil membentuk kabinet baru dengan didukung oleh Masyumi dan NU dan sejumlah partai kecil. Kabinet Ali Sastroamijoyo dilantik pada tanggal 24Maret 1955. Program-program kerja Kabinet Ali II adalah sebagai berikut :
♦ Merencanakan dan melaksanakan Pembangunan Lima Tahun
♦ Mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI
♦ Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif
Beberapa kemajuan yang berhasil dicapaiKabinetAli II, antara lain, sebagai berikut :
♦ Dibangunnya Pabrik Semen Gresik.
♦ Dikeluarkannya UU No. 1 Tahun 1957 tentang Pokok-Pokok
\Pemerintahan Daerah.
Pemerintahan Kabinet Ali II dihadapkan dengan terjadinya berbagai pergolakan di daerah-daerah. Berbagai pergolakan itu didahului dengan terbentuknya dewan-dewan oleh tokoh-tokoh militer di daerah. Mereka menentang pemerintah pusat yang dinilai tidak berhasil dalam meningkatkan ekonomi. Adapun beberapa dewan daerah yang memberontak tersebut antara lain sebagai berikut:
♦ Dewan Banteng di bawah pimpinan Kolonel Achmad Hussein.
♦ Dewan Gajah di bawah pimpinan Kolonel Simbolon
♦ Dewan Garuda di bawah Letnan Kolonel Barlian
♦ Dewan Manguni di bawah pimpinan Letnan Kolonel Ventje Sumual
Berbagai dewan daerah tersebut menyatakan mengambil alih kekuasaan atas pemerintah daerah mereka masing-masing. Dalam kondisi demikian, Masyumi juga menyatakan keluar dari Kabinet Ali dengan menarik menterimenterinya. Berbagai peristiwa tersebut sangat melemahkan kabinetAli sehingga pada tanggal 14Maret 1957Ali Sastroamijoyo terpaksa menyerahkanmandatnya kepada Presiden Sukarno.
No comments:
Post a Comment